Design Thinking adalah proses pemecahan masalah yang kreatif. Proses ini digunakan untuk menciptakan solusi baru bagi produk, layanan, dan proses dengan berfokus pada perspektif pengguna (individu).
Mengapa Design Thinking :
- Berorientasi pada pengguna (User-Centered)
- Adaptif pada perubahan Digital
- meningiatkan Costumer Experience (CX)
- Mengurnagi Risiko Gagal
- Mendorong Inovasu yang relevan
- Mendukung Data + Empati
PENTING DIINGAT BAHWA " Materi pada kuliah Design Thinking diimplementasikan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif.
Mengapa Design Thinking?
Manakah yang lebih UTAMA, TUJUAN ATAU PROSES?
Dalam rantai nilai perencanaan dan evaluasi diketahui salah satu kerangka analisis yaitu Logical Framework Analysis (FLA), yang diadopsi pada penentuan program yang berorientasi pada dampak. Namun dalam perencanaan juga sangat tergantung pada faktor (potensi, masalah, sumber daya, regulasi, dan lainnya) yang akan diproses untuk mencapai tujuan.
Apa dan bagaimana kaitan antara LFA dengan Rencana dan Pengembangan Bisnis, silakan disimak modul atau ringkasan topik pada slide berikut.
Perhatikan Lembar Kerja, Simak Materi dengan baik.
Perhatikan modul Topik 5. Rencana dan Pengembangan Bisnis. Lembar Kerja dalam Modul ini, penerapannya diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang inovatif.
See what Unseen